Jumat, 06 April 2012

kecintaan yang hadir dalam suatu hubungan


MANUSIA DAN CINTA KASIH

      Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Begitu juga dengan semua sifat yang dimilikinya. Salah satu sifat tersebut adalah kasih sayang. Sejak dalam kandungan ibunya, manusia sudah merasakan kasih sayang. Itulah mengapa tempat bayi dalam perut itu dinamakan rahim, mengadaptasi dari kata rahiim yakni salah satu sifat Tuhan yang berarti penyayang.
     Manusia, cinta dan kasih. Adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan selama manusia masih bernafas. Dengan cinta dan kasih, manusia akan merasa nyaman dan tenteram. Mengadaptasi pesan moral dari video klip violet, cinta kasih kerap dirasakan pada pasangan. Saat pasangan sedang senang, hati pun nyaman. Namun saat pasangan sedang sedih, hati pun tidak tenteram. Semua itu karena adanya koneksi antara insan yang terikat rasa cinta dan kasih. Begitu juga dalam keluarga, sebagai contoh misalnya seorang anak yang bekerja jauh di luar negeri. Saat anak tersebut sedang tidak enak badan atau ada masalah, maka orang tua, terutama ibu yang dirumah akan merasakannya, kemudian menelepon sang anak. Itulah yang dinamakan kontak batin.
Rasa cinta dan kasih merupakan fitrah yang ada pada diri manusia sejak lahir. Dengan rasa itulah manusia bisa disebut manusia. Karena tanpa rasa itu, maka manusia akan dingin seperti robot. Manusia dan cinta kasih, sungguhlah indah. Seindah kisah dua remaja dalam klip violet tersebut, karena dengan cinta dan kasih, seolah tiada pemisah antara mereka, bisa mengetahui kondisi masing-masing tanpa adanya alat bantu yang canggih, kecuali hanya hati. Karena dari hati, disitulah sumber cinta dan kasih





MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP 


Banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia. Berbagai macam rangkaian peristiwa tersebut yang mengantarkan manusia dari waktu ke waktu, yang membuat manusia melewati masa lalu dan menjalani masa sekarang serta membawanya ke masa yang akan datang. Dalam menjalani kehidupan ini, setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Pandangan hidup satu orang belum tentu bisa dipakai untuk orang lain. Namun tujuan mereka tetaplah sama, yaitu kebahagiaan.
Dalam klip violet, dimana terdapat kisah dua manusia yang memiliki pandangan hidup yang berbeda. Seorang ingin mengarungi tantangannya di luar negeri untuk meraih kesuksesan kemudian kembali ke tanah air untuk bahagia menikmati kesuksesan tersebut bersama orang yang disayanginya. Sedangkan seorang yang lain memiliki pandangan bahwa untuk bisa bahagia dan sukses tidak harus hijrah, tetapi asal selalu bersama seseorang yang dikasihinya dan berbagi dalam kondisi apapun maka kebahagiaan juga akan didapatkan. Itulah dua pandangan hidup yang berbeda. Pandangan hidup merupakan sesuatu yang kodrati, sebab hal itulah yang menentukan masa depan orang yang bersangkutan. Dan pandangan hidup itu pun bermacam-macam. Pandangan hidup yang bersifat pasti itu yang berasal dari agama Tuhan, sedangkan yang bersifat relatif itu sesuai dengan lingkungan tempat tinggal serta pengalaman hidup seseorang.
Pandangan hidup yang baik sebaiknya dimiliki setiap orang. Pandangan hidup yang baik itu dicapai dengan mengenal arti pandangan hidup itu sendiri, kemudian mengerti, lalu menghayati, setelah itu meyakini, mengabdi dan terakhir melindungi pandangan hidup itu sendiri. Karena pandangan hidup harus dipertahankan.


MANUSIA DAN HARAPAN


Didunia ini, setiap makhluk hidup memiliki harapan. Tumbuhan, hewan dan manusia, mereka memliki harapan di hatinya. Tumbuhan memiliki harapan untuk tetap hidup dan tumbuh subur, maka ia senantiasa menjalarkan akarnya untuk mencari sumber air dan mengarahkan daunnya untuk menangkap sinar matahari. Hewan senantiasa mencari makan kian kemari agar dapat bertahan hidup. Begitu juga manusia, dalam hatinya manusia menyimpan harapan-harapan. Harapan-harapan itulah yang menggerakkan fisik manusia untuk mewujudkannya. Dengan harapan, manusia bisa bertahan untuk hidup.
Dalam video klip violet, terdapat dua tokoh yang merupakan sepasang kekasih. Tokoh pria memiliki semangat belajar yang tinggi bahkan berhasil meraih beasiswa untuk belajar diluar negeri. Itulah yang menjadikannya memiliki harapan yang tinggi untuk masa depannya. Dengan belajar diluar negeri, menimba ilmu sebanyak-banyaknya agar mampu meraih apa yang dia inginkan di dunia ini, dan bisa pulang ke kampung halaman untuk hidup bahagia bersama sang kekasih. Itulah harapan yang membuat dia tetap semangat untuk menjalani hidup. Dan sang wanita, dia memiliki harapan yang tinggi untuk dapat hidup bahagia bersama sang kekasih. Maka dia tidak ingin sesuatu pun mencelakainya dan sang wanita berusaha melindungi dan menyertai sang kekasih saat pergi, dan memberi kenyamanan di hati.
Itulah harapan. Dengan harapan hidup menjadi bermakna. Harapan menjadi motor penggerak saat semua sumber daya tiada. Harapan menjadi satu titik cahaya dalam kegelapan. Harapan juga ibarat setetes air di gurun pasir. Semoga harapan-harapan yang indah senantiasa bersemayam di hati kita.

Senin, 26 Maret 2012

cinta seorang kekasih



 manusia dan kegelisahan


 Sepanjang hidupnya, manusia tidak terlepas dari berbagai macam perasaan yang hadir dalam hidup kesehariannya. salah satu perasaan yang kerap hadir adalah perasaan gelisah. Perasaan itu muncul karena sebab tertentu dan bisa tanpa sebab yang jelas. Disini kita akan membicarakan tentang kegelisahan yang disertai sebab. Gelisah karena sebab dikarenakan tidak terpenuhinya sesuatu hal yang mustinya ada sebelum gelisah itu muncul, misalnya : anak bayi yang seharusnya mendapatkan air susu ibu ketika haus, akan tetapi bayi tersebut tidak mendapati asi, maka ia akan gelisah dan menangis. Contoh lain misalnya seseorang yang seharusnya mendapatkan informasi atas suatu hal, akan tetapi saat pikirannya memerlukan informasi itu, informasi yang diinginkan tidak kunjung datang, maka ia akan gelisah.
     Salah satu contoh riil tentang kegelisahan dapat saya amati dari menyaksikan sepotong film pendek berjudul violet. Sebab dari kegelisahan memang banyak macamnya, karena sesuatu yang nyata terjadi dan bisa pula karena suatu imajinasi pikiran dan bahkan mimpi. Dengan memimpikan sesuatu yang tidak nyaman bagi pikirannya, maka seseorang bisa gelisah. Dalam film itu dikisahkan tentang seorang wanita yang memimpikan kekasihnya mengalami sesuatu yang tidak diinginkan sehingga menyebabkan sang kekasih itu menemui akhir hidupnya. Mimpi saat tidur kemudian diikuti oleh kejadian-kejadian kecil yang tersirat suatu pertanda seperti gelas yang jatuh pecah dan sebagainya, itulah yang menyebabkan rasa gelisah itu hadir.        Meski secara realitas mimpi itu bukanlah sesuatu yang benar-benar terjadi, akan tetapi seringkali seseorang terjebak dalam bayangan sempit dari mimpi dan cenderung ke sisi negatif. Itulah yang membuat kegelisahan itu muncul. Seseorang yang mengalami kegelisahan akan berupaya semaksimal mungkin agar kegelisahan itu menjadi netral kembali.
    Cara untuk menetralkan kegelisahan tersebut adalah dengan berusaha mendekatkan diri, hati dan pikiran kepada sesuatu yang menjadi obyek kegelisahan tersebut. Jika berkaitan dengan seseorang, seperti dalam klip violet itu, maka seseorang yang dilanda kegelisahan akan mencari informasi tentang seseorang yang telah membuatnya gelisah dan
memastikan bahwa semua baik-baik saja. Jika keadaan dipastikan baik-baik saja, maka tingkat kegelisahan akan mengalami penurunan, dan hilang saat mencapai suatu konklusi atas kegelisahan itu.
   Kegelisahan yang sering muncul dalam diri manusia, memang ada sisi positifnya. Dengan hadirnya rasa itu, maka akan melatih kepekaan rasa serta pengendalian emosi yang ada dalam diri. Kegelisahan ibarat air yang bergelombang yang mengombang-ambingkan jiwa dan pikiran kita. Disitulah kita belajar mengarahkan perasaan kita untuk mencapai suatu destinasi, sehingga perasaan tidak terus terbawa arus gelisah, dan dari situlah kita belajar mengontrol emosi kita, agar kita tidak menjadi budak dari emosi kita akan tetapi kita menjadi tuan atas rasa itu.
  Kegelisahan, apapun penyebabnya, bagi kebanyakan orang memang sesuatu yang kurang mendamaikan dalam hati. Tetapi bagi sebagian orang yang pandai mengolah rasa, maka kegelisahan itu menjadi sesuatu yang senantiasa ia nikmati sebagai bagian dari hidup, yang selalu mewarnai hari-hari. Dilihat dari segi religi, bagi seseorang yang begitu kuat keyakinannya pada Tuhan, maka kegelisahan tersebut ia yakini sebagai suatu sarana yang mendekatkan dirinya pada Tuhan dan apapun hasil final dari rasa gelisah itu, baik sesuatu yang menyenangkan atau sebaliknya, ia yakin itu semua yang terbaik yang telah Tuhan rancang untuknya.
   Semoga kita seantiasa memperbaiki kemampuan kita mengolah rasa saat kegelisahan muncul, dan sebaiknya kita tidak berharap agar kegelisahan itu sepenuhnya hilang dari kehidupan di dunia ini. Karena manusia dan kegelisahan adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan ini.

manusia dan penderitaan  dan manusia cinta kasih

di dalam film violet ni penderitaan yang di dapatka oleh pacar nya(wanita) yang ditinggal kan oleh kekasih(cowo) nya untuk pergi kuliah di luar negeri yang sangat lama sampai sampai sms ataupun telp dari kekasih nya di cuekin begitu saja karena sangat menderita yang sudah sangat kecewa dengan kekasih nya yang akan mengambil jurusan fotograpy

begitu cinta dan sayang nya terhadap kekasih nya wanita pun ikut untuk menemani kekasih nya untuk pergi ke bandara hingga akhir nya sang wanita pun tertabrak oleh mobil

Kamis, 05 Januari 2012

tugas softskil


Dampak Penduduk

Tinggi rendahnya jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
Program penanganan kemiskinan melalui kebijakan kependudukan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pengentasan kemiskinan. Salah satu contoh penerapan kebijakan kependudukan bagi pengentasan kemiskinan adalah dengan pencanangan KB (Keluarga berencana) dengan cara penyediaan kontrasepsi gratis bagi keluarga miskin. Hal ini dapat secara signifikan menurunkan tingkat kelahiran di keluarga miskin sehingga program penanganan kemiskinan yang dilakukan setelahnya dapat berjalan lebih optimal dan terasa. Tuntutan terhadap perubahan kebijakan kependudukan adalah kearah perubahan yang lebih mendasar, tidak sekadar tambal sulam.
Kebijakan kependudukan sudah tidak dapat ditawar lagi kebijakan-kebijakan kependudukan hendaknya mengacu pada isu-isu yang ada selama ini, pemerintah dalam meninjau kebijakan kependudukan yang ada dan merumuskan kebijakan kependudukan yang baru yang mampu mengendalikan pertumbuhan dan persebaran penduduk tetapi lebih penting lagi bias memperbaikai martabat dan kualitas dari penduduk Indonesia.
Maka dari itu Indonesia mempunyai kebijakan penduduk yang memberikan  hasil-hasil positif yang diperoleh dikhawatirkan akan tidak biasa berlanjut oleh karenanya perlu adanya pengkajian ulang tentang kebijakan-kebijakan kependudukan untuk mengubahnya kearah yang lebih responsive dengan keadaan pada masa mendatang,Dan harus Perlunya kebijakan-kebijakan kependudukan yang baru dalam kerangka pemikiran ini penting untuk menempatkan hak-hak asasi manusia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan dan program kependudukan,
Dan ad 4 penyebab terjadinya pertumbuhan penduduk :
                  Pertama,. Angka kelahiran telah mencapai atau bahkan di bawah replacement level yakni angka yang sudah relatif rendah yang biasa ditemui di negara maju. Pada saat angka kelahiran sudah serendah ini, angka kelahiran memang sering naik dan turun tergantung kondisi ekonomi, sosial, dan politik. Kami menduga angka kelahiran tetap terus menurun, namun mungkin saja penurunannya tidak secepat yang diproyeksikan BPS. Dari sini, kami tidak melihat adanya tanda-tanda ”peledakan penduduk” seperti yang terjadi 30 atau 40 tahun yang lalu.
                  Kedua, angka kematian telah menurun lebih cepat daripada yang diduga. Penduduk Indonesia ternyata hidup lebih lama. Berita penemuan petugas sensus tentang penduduk yang berusia lebih dari 100 tahun dapat menjadi sedikit petunjuk bahwa penduduk Indonesia kini mampu hidup lebih lama daripada yang kita duga. Kenaikan jumlah penduduk karena kita hidup lebih lama mungkin justru berita yang baik, bukan suatu ”peledakan”.
                  Ketiga, ada migrasi masuk ke Indonesia yang lebih besar daripada migrasi keluar. Namun, proyeksi BPS mengasumsikan bahwa jumlah migrasi keluar sama dengan migrasi masuk. Walaupun kini makin banyak penduduk Indonesia bermigrasi ke luar negeri, krisis global 2008-2009 mungkin berdampak pada pulangnya para pekerja Indonesia. Di luar krisis global, arus balik para pekerja juga mungkin terus meningkat. Selain itu, makin banyak orang asing yang bekerja dan tinggal di Indonesia. Sebab itu, seperti yang diasumsikan BPS, kami menduga bahwa arus migrasi masih belum banyak berpengaruh pada pertumbuhan penduduk Indonesia untuk periode 2000-2010. Dari sisi migrasi, amat kecil pula kemungkinan terjadi ”peledakan” pada periode 2000-2010.
                  Keempat, soal akurasi data sensus 2010, relatif terhadap data sensus 2000. Sensus 2010 dilaksanakan dengan dana dan tenaga yang lebih besar serta latihan yang lebih baik










Korupsi
Pengertian korupsi 
Korupsi adalah suatu tindak penyalahgunaan kekayaan negara (dalam konsep modern), yang melayani kepentingan umum, untuk kepentingan pribadi atau perorangan. Akan tetapi praktek korupsi sendiri, seperti suap atau sogok, kerap ditemui di tengah masyarakat tanpa harus melibatkan hubungan Negara dan dap[at merugikan suatu Negara,
sebab-sebab terjadinya korupsi adalah sebagai berikut :
1. Gaji yang rendah, kurang sempurnanya peraturan perundang-undangan,
administrasi yang lamban dan sebagainya.
2. Warisan pemerintahan kolonial.
3. sikap mental pegawai yang ingin cepat kaya dengan cara yang tidak halal, tidak
ada kesadaran bernegara, tidak ada pengetahuan pada bidang pekerjaan yang
dilakukan oleh pejabat pemerintah.
Secara umum akibat korupsi adalah merugikan negara dan merusak sendisendi
kebersamaan serta memperlambat tercapainya tujuan nasional seperti yang
tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
1 Tata ekonomi seperti larinya modal keluar negeri, gangguan terhadap
perusahaan, gangguan penanaman modal.
2. Tata sosial budaya seperti revolusi sosial, ketimpangan sosial.
3. Tata politik seperti pengambil alihan kekuasaan, hilangnya bantuan luar negeri,
hilangnya kewibawaan pemerintah, ketidakstabilan politik.
4. Tata administrasi seperti tidak efisien, kurangnya kemampuan administrasi,
hilangnya keahlian, hilangnya sumber-sumber negara, keterbatasan
kebijaksanaan pemerintah, pengambilan tindakan-tindakan represif.

Langkah-langkah untuk menanggulangi korupsi sebagai berikut :
a. Membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat.
b. Melakukan perubahan organisasi yang akan mempermudah masalah
pengawasan dan pencegahan kekuasaan yang terpusat, rotasi penugasan,
wewenang yang saling tindih organisasi yang sama, birokrasi yang saling
bersaing, dan penunjukan instansi pengawas adalah saran-saran yang secara
jelas diketemukan untuk mengurangi kesempatan korupsi.
c. Korupsi adalah persoalan nilai. Nampaknya tidak mungkin keseluruhan korupsi
dibatasi, tetapi memang harus ditekan seminimum mungkin, agar beban
korupsi organisasional maupun korupsi sestimik tidak terlalu besar sekiranya
ada sesuatu pembaharuan struktural, barangkali mungkin untuk mengurangi
kesempatan dan dorongan untuk korupsi dengan adanya perubahan organisasi.
Pengangguran
Pengertian pengangguran :
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedangmencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerjayang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakatakan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosiallainnya
Jenis & macam pengangguran

 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment 
 Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanyakendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.Pengangguran Struktural / Structural UnemploymentPengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaantidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin majusuatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusiayang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
 Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment 
 Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yangmenanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.Pengangguran SiklikalPengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklusekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan danmasalah-masalah sosial lainnya.Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah penganggurandengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinyayang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dankeluarganya.Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanandan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" dimana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan olehlebih banyak orang.
http://www.abhest.co.cc/2010/01/pengertian-pengangguran.html 

Selasa, 25 Oktober 2011

pengertian korupsi, penyebab terjadi korupsi dan solusi nya

1. Pengertian korupsi.
         Banyak para ahli yang mencoba merumuskan korupsi, yang jka dilihat dari
struktrur bahasa dan cara penyampaiannya yang berbeda, tetapi pada hakekatnya
mempunyai makna yang sama.
Kartono (1983) memberi batasan korupsi sebagi tingkah laku individu yang
menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi,
merugikan kepentingan umum dan negara. Jadi korupsi merupakan gejala salah
pakai dan salah urus dari kekuasaan, demi keuntungan pribadi, salah urus terhadap
sumber-sumber kekayaan negara dengan menggunakan wewenang dan kekuatankekuatan
formal (misalnya denagan alasan hukum dan kekuatan senjata) untuk
memperkaya diri sendiri.
Korupsi terjadi disebabkan adanya penyalahgunaan wewenang dan jabatan
yang dimiliki oleh pejabat atau pegawai demi kepentingan pribadi dengan
mengatasnamakan pribadi atau keluarga, sanak saudara dan teman.
Wertheim (dalam Lubis, 1970) menyatakan bahwa seorang pejabat dikatakan
melakukan tindakan korupsi bila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan
mempengaruhinya agar ia mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan
si pemberi hadiah. Kadang-kadang orang yang menawarkan hadiahdalam bentuk
balas jasa juga termasuk dalam korupsi.
Selanjutnya, Wertheim menambahkan bahwa balas jasa dari pihak ketiga
yang diterima atau diminta oleh seorang pejabat untuk diteruskan kepada
keluarganya atau partainya/ kelompoknya atau orang-orang yang mempunyai
hubungan pribadi dengannya, juga dapat dianggap sebagai korupsi. Dalam keadaan
yang demikian, jelas bahwa ciri yang paling menonjol di dalam korupsi adalah
tingkah laku pejabat yang melanggar azas pemisahan antara kepentingan pribadi
dengan kepentingan masyarakat, pemisaham keuangan pribadi dengan masyarakat.
2. Sebab-sebab korupsi
Ada beberapa sebab terjadinya praktek korupsi. Singh (1974) menemukan
dalam penelitiannya bahwa penyebab terjadinya korupsi di India adalah kelemahan
moral (41,3%), tekanan ekonomi (23,8%), hambatan struktur administrasi (17,2
%), hambatan struktur sosial (7,08 %).
Sementara itu Merican (1971) menyatakan sebab-sebab terjadinya korupsi
adalah sebagai berikut :
a. Peninggalan pemerintahan kolonial.
b. Kemiskinan dan ketidaksamaan.
c. Gaji yang rendah.
d. Persepsi yang populer.
e. Pengaturan yang bertele-tele.
f. Pengetahuan yang tidak cukup dari bidangnya.
© 2003 Digitized by USU digital library 3
Di sisi lain Ainan (1982) menyebutkan beberapa sebab terjadinya korupsi
yaitu :
a. Perumusan perundang-undangan yang kurang sempurna.
b. Administrasi yang lamban, mahal, dan tidak luwes.
c. Tradisi untuk menambah penghasilan yang kurang dari pejabat pemerintah
dengan upeti atau suap.
d. Dimana berbagai macam korupsi dianggap biasa, tidak dianggap bertentangan
dengan moral, sehingga orang berlomba untuk korupsi.
e. Di India, misalnya menyuap jarang dikutuk selama menyuap tidak dapat
dihindarkan.
f. Menurut kebudayaannya, orang Nigeria Tidak dapat menolak suapan dan
korupsi, kecuali mengganggap telah berlebihan harta dan kekayaannya.
g. Manakala orang tidak menghargai aturan-aturan resmi dan tujuan organisasi
pemerintah, mengapa orang harus mempersoalkan korupsi.
Dari pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebab-sebab
terjadinya korupsi adalah sebagai berikut :
1. Gaji yang rendah, kurang sempurnanya peraturan perundang-undangan,
administrasi yang lamban dan sebagainya.
2. Warisan pemerintahan kolonial.
3. sikap mental pegawai yang ingin cepat kaya dengan cara yang tidak halal, tidak
ada kesadaran bernegara, tidak ada pengetahuan pada bidang pekerjaan yang
dilakukan oleh pejabat pemerintah.
3. Akibat-akibat korupsi.
Nye menyatakan bahwa akibat-akibat korupsi adalah :
1. Pemborosan sumber-sumber, modal yang lari, gangguan terhadap penanaman
modal, terbuangnya keahlian, bantuan yang lenyap.
2. ketidakstabilan, revolusi sosial, pengambilan alih kekuasaan oleh militer,
menimbulkan ketimpangan sosial budaya.
3. pengurangan kemampuan aparatur pemerintah, pengurangan kapasitas
administrasi, hilangnya kewibawaan administrasi.
Selanjutnya Mc Mullan (1961) menyatakan bahwa akibat korupsi adalah
ketidak efisienan, ketidakadilan, rakyat tidak mempercayai pemerintah,
memboroskan sumber-sumber negara, tidak mendorong perusahaan untuk berusaha
terutama perusahaan asing, ketidakstabilan politik, pembatasan dalam
kebijaksanaan pemerintah dan tidak represif.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan akibatakibat
korupsi diatas adalah sebagai berikut :
1. Tata ekonomi seperti larinya modal keluar negeri, gangguan terhadap
perusahaan, gangguan penanaman modal.
2. Tata sosial budaya seperti revolusi sosial, ketimpangan sosial.
3. Tata politik seperti pengambil alihan kekuasaan, hilangnya bantuan luar negeri,
hilangnya kewibawaan pemerintah, ketidakstabilan politik.
4. Tata administrasi seperti tidak efisien, kurangnya kemampuan administrasi,
hilangnya keahlian, hilangnya sumber-sumber negara, keterbatasan
kebijaksanaan pemerintah, pengambilan tindakan-tindakan represif.
Secara umum akibat korupsi adalah merugikan negara dan merusak sendisendi
kebersamaan serta memperlambat tercapainya tujuan nasional seperti yang
tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
© 2003 Digitized by USU digital library 4
4. Upaya penanggulangan korupsi.
Korupsi tidak dapat dibiarkan berjalan begitu saja kalau suatu negara ingin
mencapai tujuannya, karena kalau dibiarkan secara terus menerus, maka akan
terbiasa dan menjadi subur dan akan menimbulkan sikap mental pejabat yang selalu
mencari jalan pintas yang mudah dan menghalalkan segala cara (the end justifies
the means). Untuk itu, korupsi perlu ditanggulangi secara tuntas dan bertanggung
jawab.
Ada beberapa upaya penggulangan korupsi yang ditawarkan para ahli yang
masing-masing memandang dari berbagai segi dan pandangan.
Caiden (dalam Soerjono, 1980) memberikan langkah-langkah untuk
menanggulangi korupsi sebagai berikut :
a. Membenarkan transaksi yang dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah
pembayaran tertentu.
b. Membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat.
c. Melakukan perubahan organisasi yang akan mempermudah masalah
pengawasan dan pencegahan kekuasaan yang terpusat, rotasi penugasan,
wewenang yang saling tindih organisasi yang sama, birokrasi yang saling
bersaing, dan penunjukan instansi pengawas adalah saran-saran yang secara
jelas diketemukan untuk mengurangi kesempatan korupsi.
d. Bagaimana dorongan untuk korupsi dapat dikurangi ? dengan jalan
meningkatkan ancaman.
e. Korupsi adalah persoalan nilai. Nampaknya tidak mungkin keseluruhan korupsi
dibatasi, tetapi memang harus ditekan seminimum mungkin, agar beban
korupsi organisasional maupun korupsi sestimik tidak terlalu besar sekiranya
ada sesuatu pembaharuan struktural, barangkali mungkin untuk mengurangi
kesempatan dan dorongan untuk korupsi dengan adanya perubahan organisasi.
Cara yang diperkenalkan oleh Caiden di atas membenarkan (legalized)
tindakan yang semula dikategorikan kedalam korupsi menjadi tindakan yang legal
dengan adanya pungutan resmi. Di lain pihak, celah-celah yang membuka untuk
kesempatan korupsi harus segera ditutup, begitu halnya dengan struktur organisasi
haruslah membantu kearah pencegahan korupsi, misalnya tanggung jawab pimpinan
dalam pelaksanaan pengawasan melekat, dengan tidak lupa meningkatkan ancaman
hukuman kepada pelaku-pelakunya.
Selanjutnya, Myrdal (dalam Lubis, 1987) memberi saran penaggulangan
korupsi yaitu agar pengaturan dan prosedur untuk keputusan-keputusan
administratif yang menyangkut orang perorangan dan perusahaan lebih
disederhanakan dan dipertegas, pengadakan pengawasan yang lebih keras,
kebijaksanaan pribadi dalam menjalankan kekuasaan hendaknya dikurangi sejauh
mungkin, gaji pegawai yang rendah harus dinaikkan dan kedudukan sosial
ekonominya diperbaiki, lebih terjamin, satuan-satuan pengamanan termasuk polisi
harus diperkuat, hukum pidana dan hukum atas pejabat-pejabat yang korupsi dapat
lebih cepat diambil. Orang-orang yang menyogok pejabat-pejabat harus ditindak
pula.
Persoalan korupsi beraneka ragam cara melihatnya, oleh karena itu cara
pengkajiannya pun bermacam-macam pula. Korupsi tidak cukup ditinjau dari segi
deduktif saja, melainkan perlu ditinaju dari segi induktifnya yaitu mulai melihat
masalah praktisnya (practical problems), juga harus dilihat apa yang menyebabkan
timbulnya korupsi.
Kartono (1983) menyarankan penanggulangan korupsi sebagai berikut :
1. Adanya kesadaran rakyat untuk ikut memikul tanggung jawab guna melakukan
partisipasi politik dan kontrol sosial, dengan bersifat acuh tak acuh.
© 2003 Digitized by USU digital library 5
2. Menanamkan aspirasi nasional yang positif, yaitu mengutamakan kepentingan
nasional.
3. para pemimpin dan pejabat memberikan teladan, memberantas dan menindak
korupsi.
4. Adanya sanksi dan kekuatan untuk menindak, memberantas dan menghukum
tindak korupsi.
5. Reorganisasi dan rasionalisasi dari organisasi pemerintah, melalui
penyederhanaan jumlah departemen, beserta jawatan dibawahnya.
6. Adanya sistem penerimaan pegawai yang berdasarkan “achievement” dan
bukan berdasarkan sistem “ascription”.
7. Adanya kebutuhan pegawai negeri yang non-politik demi kelancaran
administrasi pemerintah.
8. Menciptakan aparatur pemerintah yang jujur
9. Sistem budget dikelola oleh pejabat-pejabat yang mempunyai tanggung jawab
etis tinggi, dibarengi sistem kontrol yang efisien.
10. Herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan perorangan yang mencolok
dengan pengenaan pajak yang tinggi.
Marmosudjono (Kompas, 1989) mengatakan bahwa dalam menanggulangi
korupsi, perlu sanksi malu bagi koruptor yaitu dengan menayangkan wajah para
koruptor di televisi karena menurutnya masuk penjara tidak dianggap sebagai hal
yang memalukan lagi.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa upaya
penanggulangan korupsi adalah sebagai berikut :
a. Preventif.
1. Membangun dan menyebarkan etos pejabat dan pegawai baik di instansi
pemerintah maupun swasta tentang pemisahan yang jelas dan tajam antara
milik pribadi dan milik perusahaan atau milik negara.
2. mengusahakan perbaikan penghasilan (gaji) bagi pejabat dan pegawai negeri
sesuai dengan kemajuan ekonomi dan kemajuan swasta, agar pejabat dan
pegawai saling menegakan wibawa dan integritas jabatannya dan tidak terbawa
oleh godaan dan kesempatan yang diberikan oleh wewenangnya.
3. Menumbuhkan kebanggaan-kebanggaan dan atribut kehormatan diri setiap
jabatan dan pekerjaan. Kebijakan pejabat dan pegawai bukanlah bahwa
mereka kaya dan melimpah, akan tetapi mereka terhormat karena jasa
pelayanannya kepada masyarakat dan negara.
4. Bahwa teladan dan pelaku pimpinan dan atasan lebih efektif dalam
memasyarakatkan pandangan, penilaian dan kebijakan.
5. menumbuhkan pemahaman dan kebudayaan politik yang terbuka untuk
kontrol, koreksi dan peringatan, sebab wewenang dan kekuasaan itu cenderung
disalahgunakan.
6. hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menumbuhkan “sense of
belongingness” dikalangan pejabat dan pegawai, sehingga mereka merasa
peruasahaan tersebut adalah milik sendiri dan tidak perlu korupsi, dan selalu
berusaha berbuat yang terbaik.
b. Represif.
1. Perlu penayangan wajah koruptor di televisi.
2. Herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan pejabat.